Benarkah Ada Kutek Halal yang Bisa Dipakai untuk Sholat?

Uli Saragih
3 min readMay 30, 2024

--

Photo by Maria Lupan on Unsplash

Kalau 'klaimnya’, ada.

Breathable nail polish sudah ada di pasaran cukup lama. Konsep ini pertama kali dimunculkan pada tahun 2013 ketika Inglot mengeluarkan lini nail polish O2M Breathable Nail Enamel (dalam finish glossy, dan kemudian matte). Produk ini menjadikan brand cat kuku asal Polandia ini menjadi produk teknologi pertama yang bisa membantu para Muslim yang ingin menggunakan cat kuku dengan halal dan bisa menyerap air wudhu.

Beberapa peneliti telah melakukan uji coba pada kuteks ini, salah satunya adalah dari Director of Education & Outreach in Islamic Institute of Orange Country in California, Shaykh Mustafa Umar yang melakukan penelitian dengan mengoleskan kuteks Inglot pada kertas penyaring kopi setelah kuteks kering, kemudian kertas tersebut diteteskan air dan benar saja, air menyerap ke bawah kertas sehingga beliau memberikan label halel pada kuteks tersebut.

Kemudian, penelusuran pun terus saya lakukan.

Dari banyak video di YouTube yang saya lihat, kebanyakan pengujian terhadap kutek halal adalah menggunakan tissue, kertas kopi, dll sebagai pengganti kuku yang tentu saja hasilnya tidak akurat karna bahannya sudah berbeda dari kuku itu sendiri.
Sehingga tidak ada yang bisa memuaskan untuk membuktikan bahwa kutek halal tersebut benar-benar aman untuk berwudhu.

Terlebih pengujian itu dilakukan dengan cara menekan kutek dengan waktu yang cukup lama agar air bisa menembus.

Bukankah itu sangat tidak efektif jika dipraktekkan dalam wudhu? Apakah kita harus menekan kesepuluh jari kita agar air bisa menembus?

Bahkan ada komentar dari salah satu video pengujian tersebut yang menyatakan bahwa pengujian tersebut palsu, karna ia mempraktekkan sendiri namun ternyata air yang berada diatas kertas kopi yang sudah dilapisi kutek halal nyatanya tidak menembus.

Belum lagi, produk kutek halal masih didominasi dari luar Indonesia yang tentu saja selain harganya yang mahal, juga sangat rentan untuk dipalsukan.

Menurut Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), selama kutek tersebut tidak berbahan haram dan mampu menembus ke pori-pori kuku, maka produk tersebut boleh digunakan.

Meski sudah terdapat kutek yang halal, namun dikarenakan belum ada kepastian ilmiah yang benar mengenai penggunaan kutek saat melakukan wudhu, maka disarankan untuk tidak menggunakan kutek saat berwudhu.

Sebagai seorang muslimah, hendaknya kita menjauhi perkara syubhat seperti didalam hadits berikut.

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antarakeduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan.

Memakai kuteks memang membuat kuku menjadi terlihat cantik dan menggemaskan tetapi apabila itu mempertaruhkan ke-sah-an wudhu, terlebih sholat yang merupakan ibadah yang kelak pertama kali di hisab maka sudah sepantasnya kita menghindarinya dengan tidak memakai kuteks dalam keadaan sedang sholat.

Lebih baik cari aman. Pakai kuteksnya kalau sedang haid saja yaa.

Semoga bermanfaat.🌻

--

--