Love Language Boleh Beda, Tapi Tidak Mungkin Seseorang Tidak Mendoakan Orang yang Dicintainya

Uli Saragih
2 min readAug 4, 2022
Photo by Diego PH on Unsplash

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan rasa cintanya kepada orang yang dicintainya. Ada physical touch (sentuhan fisik), words of affirmation (kata-kata penegasan), quality time (waktu yang berkualitas), giving gifts (memberi hadiah), dan acts of service (pelayanan).

Tetapi ada satu hal yang saya yakini, bahwa ketika seseorang mencintai seseorang dengan tulus, maka ia pasti akan mendoakan orang yang dicintainya.

Doa adalah bahasa cinta yang paling jujur.

Doa juga menjadi cara terbaik untuk mencintai seseorang. Karna hanya dengan berdoalah yang mampu menembus dimensi jarak dan waktu. Terlalu banyak orang yang kita cintai namun mereka jauh dari sisi kita.

Saya percaya bahwa salah satu tanda cinta adalah dengan berdoa.

Berdoa adalah bentuk cinta yang paling agung. Karna ia menggabungkan antara pikiran dan hati. Di dalam pikirannya, ia mengingatmu dan di dalam hatinya, ia berharap yang terbaik untukmu.

Tidak mungkin seseorang bisa berdoa jika ia tidak mengingat yang dicintainya. Dan tidak mungkin sesuatu itu disebut dengan doa, jika yang diharapkan adalah bukan kebaikan.

Jadi doa itu adalah aktivitas mengingat sembari berharap kebaikan untuk orang yang dicintai.

Karna bisa saja ada orang yang mengingat kita tetapi berharap yang buruk kepada kita. Contohnya, ya haters 💋

Atau bisa juga ada orang yang berharap dan menginginkan kebaikan kepada kita, tetapi mereka tidak bisa mengingat kita. Contohnya (apa ya, mungkin orang yang mencintai kita tetapi mereka sudah meninggal, cmiiw)

Meskipun doa dianggap SEPELE tapi faktanya tidak semua orang mampu mendoakan untuk orang yang dicintainya

Bagi saya, selama saya masih mendoakan seseorang, selama itulah saya masih mencintai mereka dan itulah sebaik-baik cara saya mencintai mereka, baik yang masih ada di dunia ini maupun yang sudah tidak ada di dunia ini.

Semoga bermanfaat 🌻

--

--